BERIKUT ini adalah sebuah pengalaman menakjubkan yang di tuturkan oleh Haekal Siregar, penulis yang dikenal lewat buku “Nikah Dini Keren”, saat menunaikan Ibadah Haji tiga tahun lalu. Kejadian ini sendiri berlangsung tepatnya tanggal 24 Juni 2014.


Ada sebuah kisah menarik di Masjid Nabawi.


Suatu hari, tatkala subuh menjelang, saya bersama teman saya, Pak Anang, kebagian tugas menjaga seorang kakek bernama Daeng Manggati Adam, anggota rombongan saya. Kakek ini, saking tuanya, sudah sedikit pikun. Baru keluar hotel sedikit, sudah lupa arah pulang.



Bahkan saluran kemihnya pun sudah tidak terkontrol sehingga perlu dipakaikan popok agar tidak buang air kecil kemana-mana. Tambahan lagi, berhubung sang kakek selama hidupnya mungkin tinggal di daerah (Makassar), bahasa Indonesianya pun kurang jelas, sehingga kami yang tinggal sekamar selama sepuluh hari saja, sampai akhir tidak bisa begitu jelas mendengarkan ucapan sang kakek.
Nah, sampai di Masjid Nabawi, sekitar pukul 3 dini hari, ternyata masjid sudah luar biasa penuh. Ribuan orang sholat sunat, membaca quran, berdoa, dan sebagainya. Berhubung kami juga ‘wisatawan’, kami (saya dan Pak Anang) tidak mau kehilangan kesempatan untuk mengantri berdoa di Raudhoh (tempat antara Makam Rasulullah dan mimbar beliau, tempat mustajab doa di Madinah).

Itu antriannya, sudah penuh! Mungkin mereka mulai mengantri dari jam 1 kali ya. Nah, sempat kepikiran untuk bergantian. Saya dulu mengantri, baru setelah itu giliran Pak Anang. Dengan begitu, sang kakek akan selalu dijaga oleh seseorang. Tapi dasar sama-sama wisatawan, kami gak ada yang mau mengalah. Jadilah kami berdua mengantri bersama di Raudhoh, setelah mewanti-wanti dengan tegas, agar si kakek tetap di tempat dan tidak kemana-mana.

Singkat kata, proses mengantri sampai balik lagi ke tempat semula, memakan waktu kira-kira satu jam. Saya pun terpisah dengan Pak Anang saking penuhnya antrian. Lega dan bersyukur memperoleh kesempatan berdoa di Raudhoh, saya balik lagi ke tempat semula (tandanya adalah tiang, dan saya ingat betul tiangnya).

Ternyata, setelah balik ke tempat semula, sang kakek sudah tidak ada lagi di situ! Panik dong! Di tengah ribuan orang begitu, bagaimana pula caranya saya mencari seorang kakek!
Itu tiang tempat saya tinggalkan sang kakek, sampai saya putari untuk mencari keberadaan sang kakek. Plus saya putari juga tiang-tiang  sekitar situ. Sama sekali tidak ketemu! Total saya mencari sang kakek sekitar 2 jam, sampai jam 6. Diselingi oleh sholat subuh.

Masih positive thinking, saya balik ke hotel. Berharap sang kakek sudah dibawa oleh Pak Anang pulang. Ternyata, di hotel pun, sang kakek masih tidak ada! Celakanya, Pak Anang juga menyangka sang kakek bersama saya.

Atas saran pembimbing kami, Mbak Elly Lubis, kami menunggu saja kabar siapa tahu ada yang menghubungi nomer yang ada di kalung sang kakek. Sayangnya, nomer tersebut adalah nomer Indonesia, dan saya sendiri sih, mencoba beberapa kali menelepon nomer tersebut, namun tidak pernah tersambung.

Sampai dzuhur, tidak ada kabar apapun terkait keberadaan sang kakek. Waktu sholat dzuhur, saya dan Pak Anang akhirnya memutuskan untuk kembali lagi ke lemari tempat kami meletakkan sandal bersama sandal sang kakek. Di situ, saya sampai menunjukkan kepada Pak Anang, bahwa sandal sang kakek masih ada di situ. Artinya, sang kakek seharusnya tidak kemana-mana, atau paling tidak, dia kemana-mana tidak pakai sandal!

Selesai sholat dzuhur, kami mencoba untuk mencari lagi sang kakek sekitar 1 jam, tanpa hasil. Begitu juga waktu ashar. Akhirnya hari itu kami tour Kota Madinah dengan hati berat membayangkan sang kakek yang dari pagi buta belum makan.
Selesai tour paska ashar, sekitar pukul 16.30, saya kembali ke kamar. Untuk mendapati sang kakek sudah selimutan di tempat tidurnya!
Nah, di sinilah keanehan cerita sang kakek.

Ternyata, sang kakek dari sejak kami tinggal ke Raudhoh, beliau tidak bergerak kemana-mana! Padahal waktu mencarinya, saya sampai memutari tiang tersebut berkali-kali, namun tidak bisa saya lihat tuh sang kakek! Kemudian, keanehan kedua, ternyata waktu dzuhur, sang kakek akhirnya memutuskan untuk duduk di bawah lemari penitipan sandal! Tempat yang tepat kami datangi ketika melihat sandal si kakek masih di situ. Dan sekali lagi, kami tidak melihat sang kakek.

Nah keanehan ketiga yang paling dahsyat! Pernah sholat ied di Istiqlal? Nah, kondisi Masjid Nabawi serupa dengan kondisi penuhnya sholat ied di Istiqlal, hanya saja masjid ini penuh 5x sehari. Pada kondisi penuh seperti itu, sang kakek (yang sama sekali tidak terlihat bingung atau bertanya-tanya pada orang sekitar), dengan ratusan orang seumuran sang kakek di situ, sebesar apa kemungkinannya ada orang tiba-tiba bertanya pada sang kakek, di negeri yang berbahasa arab ini, dengan menngunakan bahasa Indonesia?

Jadi, pada saat ba’da ashar, sang kakek cerita, dia didatangi oleh seorang lelaki, dengan pakaian seperti anggota Jamaat Tabligh (versi sang kakek), dengan wajah arab, berjenggot tebal, tiba-tiba bertanya dengan bahasa Indonesia ke si kakek, “Sedang apa, pak?”
“Sedang menunggu teman saya,” jawab sang kakek.
“Mari ikut saya, pak,” ajak lelaki tersebut.

Dan ternyata, lelaki tersebut mengantarkan sang kakek, ke hotel tempat kami menginap, sampai ke kamar langsung! Di lantai 14! Tanpa bertanya ke sang kakek, dimana letak hotelnya, apalagi kamarnya! Dan seandainyapun bertanya, saya yakin sang kakek tidak bisa menunjukkan dengan jelas letak hotel tempat kami menginap, apalagi kamarnya! Subhanallaah, Allahu akbar!

Mbak Elly Lubis, pembimbing kami, yang tiap bulan ke Madinah-Mekah, sampai merinding ketika mendengar cerita sang kakek. Benar-benar di luar akal kami untuk mencerna siapa sebenarnya lelaki yang mengantar sang kakek sampai ke kamar tersebut? Apakah malaikat? Entahlah, kalau memang itu benar malaikat yang menjelma kami pun tidaklah heran, karena tempat suci itu banyak di jaga malaikat.

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

RISALAH MUSLIM



BALASAN BAGI YANG MENINGGALKAN SHOLAT

Di Riwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah S.A.W sedang duduk bersama para sahabat, kemudian datang pemuda Arab yang masuk kedalam mesjid dengan menangis. Apabila Rasulullah S.A.W melihat pemuda itu menangis maka baginda pun berkata, “Wahai orang muda kenapa kamu menangis?” Maka berkata orang muda itu, “Ya Rasulullah S.A.W, ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya.”

Lalu Rasulullah S.A.W memerintahkan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. ikut orang muda itu untuk melihat masalahnya. Setelah mengikut orang itu, maka Abu Bakar r.a dan Umar r.a mendapati ayah orang mudah itu telah bertukar rupa menjadi babi hitam, maka mereka pun kembali dan memberitahu kepada Rasulullah S.A.W, “Ya Rasulullah S.A.W, kami lihat mayat ayah orang ini bertukar menjadi babi hutan yang hitam.”

Kemudian Rasulullah S.A.W dan para sahabat pun pergi ke rumah orang muda dan baginda pun berdoa kepada Allah S.W.T, kemudian mayat itu pun bertukar kepada bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah S.A.W dan para sahabat menyembahyangkan mayat tersebut. Apabila mayat itu hendak dikebumikan, maka sekali lagi mayat itu berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam, maka Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada pemuda itu, “Wahai orang muda, apakah yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?” Berkata orang muda itu, “Sebenarnya ayahku ini tidak mau untuk mengerjakan sholat.”

Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda, “Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sembahyang. Di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah S.W.T seperti babi hutan yang hitam.”

Di zaman Abu Bakar r.a ada seorang lelaki yang meninggal dunia dan sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak. Apabila mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular sedang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah mayat. Lalu mereka mencoba membunuh ular itu. Apabila mereka mencoba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular tersebut, “Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, mengapakah kamu semua hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah S.W.T yang memerintahkan kepadaku supaya menyiksanya sehingga sampai hari kiamat. Lalu para sahabat bertanya, “Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh mayat ini? ”Berkata ular: “Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya. ”Apabila dia mendengar azan, dia tidak mau datang untuk sembahyang berjamaah. Dia tidak mau keluarkan zakat hartanya, Dia tidak mau mendengar nasehat para ulama. Maka inilah balasannya!”

10 ORANG YANG SHOLATNYA TIDAK DITERIMA ALLAH SWT

Pada kali ini saya akan memberikan suatu hikmah kepada pengunjung mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua sebagai pelajaran yang berarti dalam beribadah kepada Allah SWT. 10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :

  1. Orang lelaki yang shalat sendirian tanpa membaca sesuatu.
  2. Orang lelaki yang mengerjakan shalat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
  3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
  4. Orang lelaki yang melarikan diri.
  5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (Taubat).
  6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
  7. Orang perempuan yang mengerjakan shalat tanpa memakai tudung.
  8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
  9. Orang-orang yang suka makan riba.
  10. Orang yang shalatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.
AZAB MENINGGALKAN SHALAT

Dalam sebuah hadis menerangkan bahwa Rasulullah S.A.W telah bersabda : “Barangsiapa yang mengabaikan shalat secara berjamaah maka Allah S.W.T akan mengenakan 12 tindakan yang berbahaya ke atasnya. Tiga darinya akan diberikan semasa di dunia antaranya :

  1. Allah S.W.T akan menghilangkan berkat dari usahanya dan begitu juga terhadap rezekinya.
  2. Allah S.W.T mencabut nur orang-orang mukmin dari padanya.
  3. Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.

Tiga macam bahaya adalah ketika dia hendak mati, antaranya :
  1. Ruh dicabut ketika dia di dalam keadaan yang sangat haus walaupun ia telah meminum seluruh air laut.
  2. Dia akan merasa yang amat pedih ketika ruh dicabut keluar.
  3. Dia akan dirisaukan akan hilang imannya.
Tiga macam bahaya yang akan dihadapinya ketika berada di dalam kubur, antaranya :
  1. Dia akan merasa susah terhadap pertanyaan malaikat mungkar dan nakir yang sangat mengerikan.
  2. Kuburnya akan menjadi cukup gelap.
  3. Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).

Tiga lagi azab nanti di hari kiamat, antaranya :

  1. Hisab ke atasanya menjadi sangat berat.
  2. Allah S.W.T sangat murka kepadanya.
  3. Allah S.W.T akan menyiksanya dengan api neraka.
Khasiat shalawat Kepada Nabi SAW



Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.” 
Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.” 
Berkata pula Mikail A.S. : “Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.” 
Berkata pula Israfil A.S. : “Mereka yang bersalawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu.”
Malaikat Izrail A.S pula berkata : “Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh para nabi-nabi.”

Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.

Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.

Kelebihan Puasa 10 Muharam

Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : ”Sesiapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah S.W.T akan menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari Asyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.”

Lalu para sahabat bertanya Rasulullah S.A.W : ”Ya Rasulullah S.A.W, adakah Allah telah melebihkan hari Asyura dari pada hari-hari lain?”. Maka berkata Rasulullah S.A.W : ” Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Asyura, menjadikan laut pada hari Asyura, menjadikan bukit-bukit pada hari Asyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Asyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Asyura, dan Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Asyura, Allah S.W.T menenggelamkan Fir’aun pada hari Asyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Asyura, Allah S.W.T menerima taubat Nabi Adam pada hari Asyura, Allah S.W.T mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Asyura, Allah S.W.T mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Asyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Asyura “.


Tujuh Macam Pahala Yang akan Mendapat Berkah Setelah Mati



Dari Anas r.a. berkata bahwa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.

  • Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi mesjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadah di dalamnya.
  • Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.
  • Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.
  • Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.
  • Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung.
  • Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.
  • Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ia selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur’an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : “Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :

  1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)
  2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.
  3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.

Telah diceritakan bahawa Allah S.W.T telah menyuruh iblis datang kepada Nabi Muhammad s.a.w agar menjawab segala pertanyaan yang baginda tanyakan padanya. Pada suatu hari Iblis pun datang kepada baginda dengan menyerupai orang tua yang baik lagi bersih, sedang ditangannya memegang tongkat.

Bertanya Rasulullah s.a.w, “Siapakah kamu ini ?” Orang tua itu menjawab, “Aku adalah iblis.”
“Apa maksud kamu datang berjumpa aku ?” Orang tua itu menjawab, “Allah menyuruhku datang kepadamu agar kau bertanyakan kepadaku.” Baginda Rasulullah s.a.w lalu bertanya, “Hai iblis, berapa banyakkah musuhmu dari kalangan umat-umatku ?” Iblis menjawab, “Lima belas.”

Diantaranya :
  1. Engkau sendiri hai Muhammad.
  2. Imam dan pemimpin yang adil.
  3. Orang kaya yang merendah diri.
  4. Pedagang yang jujur dan amanah.
  5. Orang alim yang mengerjakan solat dengan khusyuk.
  6. Orang Mukmin yang memberi nasihat.
  7. Orang yang Mukmin yang berkasih-sayang.
  8. Orang yang tetap dan cepat bertaubat.
  9. Orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram.
  10. Orang Mukmin yang selalu dalam keadaan suci.
  11. Orang Mukmin yang banyak bersedekah dan berderma.
  12. Orang Mukmin yang baik budi dan akhlaknya.
  13. Orang Mukmin yang bermanfaat kepada orang.
  14. Orang yang hafal al-Qur’an serta selalu membacanya.
  15. Orang yang berdiri melakukan solat di waktu malam sedang orang-orang lain semuanya tidur.

Kemudian Rasulullah s.a.w bertanya lagi, “Berapa banyakkah temanmu di kalangan umatku ?” Jawab iblis, “Sepuluh golongan” :

  1. Hakim yang tidak adil.
  2. Orang kaya yang sombong.
  3. Pedagang yang khianat.
  4. Orang pemabuk/peminum arak.
  5. Orang yang memutuskan tali persaudaraan.
  6. Pemilik harta riba.
  7. Pemakan harta anak yatim.
  8. Orang yang selalu lengah dalam mengerjakan solat/sering meninggalkan sholat.
  9. Orang yang enggan memberikan zakat.
  10. Orang yang selalu berangan-angan dan khayal dengan tidak ada faedah.

Mereka semua itu adalah sahabat-sahabatku yang setia.” Itulah di antara perbualan Nabi dan iblis. Sudah sepatutnya kita maklum bahwa sesungguhnya Iblis itu adalah musuh Allah dan manusia. Dari itu hendaklah kita selalu berhati-hati jangan sampai kita menjadi kawan iblis, karena barang siapa yang menjadi kawan iblis artinya menjadi musuh Allah. Demikianlah sebaliknya, barang siapa yang menjadi musuh iblis bererti menjadi kawan kekasih Allah.

Mudah-mudahan para pengunjung Djuli’s blog dapat mengambil hikmah didalam riwayat Nabi Muhammad SAW ini.

Oleh : Zainal Riyadi (asza84@gmail.com) & Djuli's blog

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati



Surat yang ke -56 di Al-Quran ini terletak pada juz ke 27 dan terdiri dari 96 ayat. Dinamakan Al-Waqi’ah karena diambil dari kata Al-Waqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini, yang artinya kiamat. Surah Al-Waqi’ah ini menerangkan tentang hari kiamat, balasan yang diterima oleh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Diterangkan pula penciptaan manusia, tumbuh-tumbuhan, dan api, sebagai bukti kekuasaan Allah dan adanya hari berbangkit.
Muhammad Rasulullah SAW bersabda: 
(1). “Siapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap hari, ia tidak akan ditimpa kefakiran.” 
(2) “Siapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan ditimpa kesusahan atau kemiskinan selama-lamanya. (Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ibnu Mas’ud r.a.), 
(3). “Ajarkanlah surat Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Karena sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady), 
(4). “Barang siapa yang membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam maka dia tidak akan tertimpa kefakiran dan kemiskinan selamanya. Surat Al-Waqi’ah adalah surah kekayaan, maka bacalah ia dan ajarkan kepada anak-anakmu semua.”
MANFAAT WIRID AL WAQI’AH:
1. Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah pada setiap hari dan malam sebanyak 40 kali, selama 40 hari pula, maka Allah rezekinya mengalir terus dari berbagai penjuru.
2.  Berpuasa selama seminggu dimulai pada hari Jumaat. Setiap selesai sholat fardhu bacalah Surat Al-Waqi’ah ini sebanyak 25 kali hingga sampai malam Jumaat berikutnya. Pada malam Jumaat berikutnya, selepas sholat Maghrib bacalah surah ini sebanyak 25 kali, selepas sholat Isya’ bacalah surah ini 125 kali diikuti dengan sholawat Nabi 1000 kali. Setelah selesai amalan, hendaklah memperbanyakkan sedekah. Kemudian jadikan surah ini amalan rutin pada waktu pagi dan petang. Insya’Allah rezeki akan mengalir seperti air bah.
3. Berpuasa selama 7 hari, di mulai pada hari Jumat berakhir pada hari Kamis. Puasanya “tidak memakan sesuatu yang bernyawa / tidak makan ikan, daging, segala heiwan, hanya makan sayur-sayuran saja. Dalam 7 hari itu, sesudah solat fardhu, membaca surat Al-Waqi’ah sebanyak 25 kali. Apabila bacaan tersebut di mulai setelah sholat fardhu Subuh pada hari Jumaat pertama, maka diakhirilah pembacaan Al-Waqi’ah itu pada setelah fardhu Isya’ pada Jumaat berikutnya. Pada malam Jumat terakhir ini hendaklah membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 125 kali kemudian shlawat 1000 kali. Insya’Allah tidak akan mengalami kemiskinan seumur hidup.
4. Bila orang membiasakan membaca surat ini setiap malam satu kali, maka dia dijauhkan dari kemiskinan. Bila di baca 14 kali setiap selesai solat Asar, maka akan memperoleh kekayaan yang berlimpah ruah. Jika di baca surah ini sebanyak 41 kali segala hajat yang berkaitan dengan rezeki akan terkabul.
5. Surat ini jika dibaca di sisi orang yang sedang sekaratul maut, insyaAllah akan mempermudah roh keluar dari jasadnya. Jika dibaca di sisi orang sakit, diringankan sakitnya. Jika di tulis, kemudian dipakaikan kepada orang yang hendak bersalin, InsyaAllah segera melahirkan dengan mudah.
6. Jika membaca surat ini sebanyak 3 kali selepas solat subuh dan 3 kali selepas sholat Isya’. Insya Allah dalam waktu setahun ia akan di jadikan seorang hartawan yang dermawan.
Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati



Aku katakan kepadamu bahwa keraguanku tak akan melemahkan atau menguatkan kepasrahan kepada apa yang aku ragukan, dan kenyataan akan kesibukan pemuasan diri tak pernah memalingkan dari penyempurnaan apa yang telah menjadi tujuanku.
Carilah sekarang cintaku dan sahabatku, untuk kau bayangkan dalam kesadaranmu sebuah keindahan yang lebih menarik dari pada semua yang indah, sebuah nyanyian yang lebih membahana dan nyanyian laut dan hutan belantara, maka carilah sesuatu yang membuat hatimu patah, dan keingintahuan akan membawamu kepada cinta.
Biarkan tubuhku beristirahat bersama waktu yang berlalu, biarkan mimpiku berakhir dan jiwaku terbangun bersama fajar, biarkan jiwamu memeluk jiwaku dan berikan aku ciuman harapan, jangan ada satupun kesedihan dan kepahitan yang tertuang ketanganku karena mereka akan menimbulkan duri diatas kuburku.
Mungkinkah aku yang dapat menjadi juru damai di jiwamu, yang akan mengubah ketidak selarasan dan persaingan dari unsur-unsurmu menjadi kesatuan dan melodi? Tapi bagaimana aku bisa, jika dirimu sendiri tidak menjadi pendamai, dan pencinta unsur-unsurmu sendiri?
Kesenangan adalah kesedihan yang tersembunyi, dan dari diri yang sama dari mana tawamu bangkit adalah diri yang seringkali kaupenuhi dengan air mata.
Ketika kamu gembira, lihatlah dikedalaman hatimu, dan kau akan melihat bahwa sebenarnya kamu sedang meratapi sesuatu yang pernah menjadi kebahagaianmu!
Kehidupan adalah jalan yang mengiringi usia muda, dan kecerdasan yang mengikuti kedewasaan, serta kebijaksanaan yang mencari keuzuran, pengetahuan adalah cahaya, memperkaya kehangatan hidup, dan semua dapat memperoleh jika mencarinya, tapi kalian malah mencari kegelapan, mengusir cahaya dan menantikan pancaran air dari bebatuan cadas.
Aku selalu mencintaimu wahai kalian, namun cinta itu bagiku sangat menyakitkan dan tak berguna untuk kalian, dan hari ini aku benci kalian, dengan kebencian bagaikan air bah yang menyapu ranting-ranting kering, dan hari ini pula aku telah memaafkan kelemahan kalian, namun maafku hanya menambah kelemahan kalian.
Di pagi hari aku terbangun dan mencari cahaya di luar, tapi mengapa! Seketika bayangan tubuhku berbaris dihadapanku dan aku tak tahu kemana harus melangkah, mencari apa yang tak ku mengerti, meraih apa yang tak ku inginkan.
Ketika tengah malam gelap, bayangan2 masa lalu menggangguku dan roh2 dari daerah tak dikenal mengunjungi dan mencariku, dan aku memandang mereka, berkata dan bertanya kepada mereka  dan dengan senyuman mereka menjawabku, tapi ketika aku hendak memeluk dan melindungi, mereka lari dariku dan memudar seperti mereka hanya asap di udara.
Pikiran aneh memperdayaiku baik ketakutan maupun kesenangan, dan hasrat menyerbuku dengan kesakitan dan kesenangan mereka, lalu aku termenung dan melihat rahasia diriku, diri tersembunyi yang tertawa dan menangis, yang berani dan takut akan herannya diriku.
Aku melihatnya berseri2 dan berubah dihadapanku menjadi wanita dengan rambut panjang tergerai, yang memandangi diriku dari balik kelopak matanya yang terlukis cinta, dan yang tersenyum padaku semanis madu dan yang membentangkan tangan putihnya padaku, dengan harum dupa dan kemenyan. Bahkan ketika aku sedang melihatnya, mereka menghilang seperti kabut yang terkoyak, meninggalkan ruang dengan gelak tawa mencemooh.
Bukan dari tulang ubun ia dicipta sebab bahaya menjadikannya dalam sanjung dan puja, tak juga dari tulang kaki sebab nista menjadikannya diinjak dan diperbudak. Tapi dari tulang rusuk kiri dekat ke hati untuk dicintai dekat ke lengan untuk dilindungi.
Semua orang ingin menjadi sempurna, tapi menjadi sempurna itu melelahkan !! hanya dengan bersyukur atas apa yang telah di anugerahkan pada diri kitalah, kita bisa mencapai kesempurnaan.
Ingin kembali meraih cinta itu menjadi kenyataan, saat diriku dalam siksaan cinta, ku takut dirimu melenggang pergi tanpa pernah memikirkan ku di suatu saat nanti.
Cinta adalah misteri yang terkadang sulit dimengerti, cinta merupakan anugerah bagi insan manusia. Cinta adalah kebahagiaan yang terpancar dalam diri seseorang, meski terkadang cinta juga meninggalkan rasa sakit, akanah cinta selalu bersemi.
Terlihat rona mata yang indah, penuh dengan kedewasaan, ramah kala menyapa dan indah saat bertutur, entah harus berkata apa, hati ini terpikat karena pesonanya.
Biar semua berjalan alami, hingga kira rasa bosan, lalu ada bagian yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, yang membawa kita kedunia baru, dan mendewasakan diri ini.
Dimatamu aku bukan siapa2 , bukan teman, sahabat, bahkan saudara, melainkan orang asing, namun biarlah orang asing ini singgah sejenak dalam istana cintamu walau hanya sedetik, dia akan pamit bila kau mau dan kan tinggal bila kau izinkan.
Jika hati adalah istana maka cinta adalah singgasana, ketulusan adalah mahkota terindah, senyum seorang kekasih adalah tahta tiada tara.
Aku bukanlah seorang malaikat, tapi ku ingin bahagiakannya, penuhi harapannya, dan tumbuhkan keceriaannya, putih tak selalu benar, buruk tak selalu hitam, dan bijak pun tak selalu netral. Hanya segelintir yang mengerti perasaanku, apakah masih dapat bila inginku menjadi malaikat yang tanpa sayap!!
Rayulah aku dan aku mungkin tak mempercayaimu, keritiklah aku dan mungkin aku tak menyukaimu, acuhkan aku dan mungkin aku tak memaafkanmu, semangatilah aku dan mungkin aku takkan melupakanmu..
Aku termenung di setiap dinginnya malam hanya memikirkan ketidakpastian, hanya menunggu kegundahan hati yang selalu bertanya2 apakah mugkin hatinya bisa untuk aku? Hanya rasa bimbangku & biarlah diriku mencintaimu hingga ujung waktuku.
Dunia fana penuh cinta semu, apa cinta kan berpisah darimu, walau tlah lama bersatu, seiring bergulirnya waktu, dunia fana kosong cinta sejati, cinta kepada yang maha suci, menghujam dalam dilubuk hati tetapi abadi di hati yang suci.
Akan kuatkah kaki yang melangkah, bila disapu duri yang menanti, akan kaburkah mata yang meratap, pada debu yang pastikan hinggap.
Mengharap senang dalm berjuang, bagai merindu rembulan ditengah siang, jalannya tak seindah sentuhan mata, pangkalnya jauh hujungnya belum tiba.  
Kau cukup berdiri saja disampingku, aku yang akan memutar dunia ini untukmu.
Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang karena pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus.
Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.
Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dekaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.
Cinta tidak menyadari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan, mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.
Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia karena cinta itu membangkitkan semangat- hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.
Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang
Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.
Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.
Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama adalah imaginasinya dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan.
Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau.
Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.
Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan mencoba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di sebalik, kepahitan yang penuh misteri.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu… Aku ingin mencintaimu dengan sederhana… seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Jangan menangis, Kekasihku… Janganlah menangis dan berbahagialah, kerana kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah… kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan.
Apa yang telah kucintai laksana seorang anak yang tak henti-hentinya aku mencintai… Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, kerana cinta ialah semua yang dapat kucapai… dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya.
Cinta yang dibasuh oleh airmata akan tetap murni dan indah sentiasa.


Ditulis kembali oleh : Setiawandjuli

Read more »
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati